Berdasarkan penjelasan Kementerian Kesehatan, suspect corona berarti orang yang mengalami gejala demam, batuk, gangguan napas serta pernah mengunjungi negara terjangkit corona atau pernah kontak langsung dengan pasien positif corona.
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menjelaskan bahwa pasien tersebut adalah perempuan berusia 65 tahun. Dirujuk rumah sakit swasta ke RSPI Sulianti Saroso pada Rabu lalu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dikirim dari rumah sakit swasta di sini dan di sana sudah dirawat selama satu minggu dan pakai ventilator. Jadi dikirim ke sini pakai ventilator, jadi umurnya 65 tahun, dan ini ada memang kurang baik keadaannya," ucap Syahril.
Syahril menegaskan bahwa pasien suspect corona yang baru saja meninggal dunia itu tak punya riwayat kontak langsung dengan orang positif terjangkit virus corona di RSPI Sulianti Saroso. Diketahui, ada dua warga Depok positif virus corona yang dirawat saat dia dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.
"Ada katanya anaknya riwayat dari Singapura, yang pasti bukan kontak ya (dengan kasus positif),"ucap dia.
Sejauh ini, RSPI Sulianti Saroso belum menyimpulkan penyebab kematian pasien berusia 65 tahun itu. Syahril mengatakan hasil pemeriksaan dari laboratorium bakal diumumkan oleh Kementerian Kesehatan.
"Yang meninggal ini masih di evaluasi dan belum dinyatakan hasilnya positif, karena memang perjalanan penyakitnya berat, hipertensi, kita tahu, jangankan usia tua, kalau masih muda pun menggunakan ventilator itu satu indikasi agak berat," ucap dia.
Sejauh ini, telah ada empat orang yang dinyatakan positif mengidap virus corona (Covid-19). Mereka semua diisolasi dan dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.
Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan virus corona, AchmadYurianto mengumumkan dua orang baru yang positif terjangkit virus corona pada Jumat (6/3). Sementara dua kasus lainnya diumumkan terlebih dahuluolehPresidenJokoWidodo danMenteriKesehatanTerawanAgusPutranto, Senin (2/3).