Tagar #GejayanMemanggil #GagalkanOmnibusLaw bakal didengungkan. Sejauh ini, mereka yang akan turun ke jalan antara lain Aliansi Mahasiswa UGM, Aliansi Mahasiswa UAD, Aliansi UMY Bergerak, Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Aliansi Mahasiswa UAJY, Aliansi Mahasiswa UNY, dan Aliansi Mahasiswa UNISA Yogyakarta.
Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KM UMY), Riky mengatakan, sekitar seratus orang yang tergabung dalam Aliansi UMY bergerak akan bergabung dalam aksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, alasan Pemerintah akan mengundang banyak investor masuk ke Indonesia itu tidak berimplikasi apa pun bagi buruh. Terlebih, ada wacana penghapusan penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta penghilangan pesangon, dan jaminan sosial bagi buruh.
Omnibus Law dianggap menerapkan konsep sapu bersih terhadap hal-hal yang menghambat investasi, seperti perizinan, ketenagakerjaan, tata ruang, dan pengadaan lahan.
Akan tetapi, banyak pihak yang memprediksi Omnibus Law bakal banyak melanggar dan merusak hak-hak dasar warga negara jika disahkan.
Setidaknya ada enam akibat dari Omnibus Law yang merugikan buruh dan masyarakat. Diantaranya, berpotensi memperpanjang jam kerja dan lembur pada buruh, penetapan upah minimum yang rendah, pelanggaran hak berserikat pekerja, pemangkasan kewenangan serikat pekerja. Bahkan hilangnya hak-hak pekerja perempuan untuk cuti haid, hamil dan keguguran.
Dari sisi lingkungan, RUU tersebut juga berpotensi besar memangkas dan mengubah konsep syarat-syarat administrasi, seperti sentralisasi kebijakan, menghilangkan pelibatan masyarakat, penghilangan izin mendirikan bangunan, reduksi atas subtansi AMDAL, penghapusan sanksi pidana lingkungan, atas praktik usaha yang merusak maupun mengubah fungsi ruang atau lingkungan.
RUU juga dinilai akan menghadirkan situasi monopoli tanah oleh Bank Tanah untuk kepentingan investasi
Selain itu, RUU ini juga berimplikasi pada praktik pendidikan yang berorientasi pasar. Misalnya, berupa komersialisasi, link and match dengan industri, dan pembentukan kurikulum pendidikan yang fokus ke dalam orientasi kerja.