"Aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan untuk memberikan jaminan keamanan kepada para pengungsi," Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/9).
Saat ini, kata Asep, sekitar 5.000 personel gabungan TNI-Polri berjaga di wilayah Papua. Belum ada rencana penambahan kekuatan usai insiden di Tembagapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi memaksimalkan apa yang selama ini sudah tersedia, dan tentunya dengan metode atau cara-cara yang lebih ditingkatkan," ucap dia.
"Secara keseluruhan situasi sudah dapat dikendalikan," jelas Asep.
Sebagai informasi, sejumlah baku tembak terjadi antara aparat TNI-Polri dan KKB di wilayah Tembagapura, Papua dalam beberapa hari terakhir ini.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob sebelumnya menyebut warga yang dievakuasi berasal dari empat kampung di Distrik Tembagapura. Mereka diungsikan ke Timika untuk keamanan.
"Masyarakat merasa takut, terancam, trauma. Kalau mereka bertahan di sana, mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok," ujar Johannes, Senin (9/3) dikutip dari Antara.
Johannes bahkan mengatakan berdasarkan laporan dari pihak TNI dan Polri, hingga kini masih terdengar sesekali bunyi letusan senjata api di sekitar Banti, Tembagapura.
[Gambas:Video CNN]
Pada Minggu lalu, Septinus Magal, salah satu warga Kimbeli, mengatakan situasi dan kondisi keamanan di kampungnya kini sudah tidak kondusif lagi.
"Kami di kampung sudah tidak aman, jadi kami kasih tinggal kampung untuk keselamatan nyawa kami. Selain itu bahan makanan kami juga sudah tidak ada, sehingga kami akan ke Timika untuk tinggal di rumah keluarga," ujar Septinus. (mjo/osc)