"Setiap kasus positif pasti kami akan melakukan tracing," ujar juru bicara pemerintah khusus virus corona Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Achmad memastikan pihaknya masih terus menelusuri orang-orang yang pernah kontak dekat (close contact) dengan pasien yang pernah melakukan perjalanan dari luar negeri.
"Tidak, tidak ada," ujarnya.
Klaster pasien corona sementara berasal dari pasien kasus 1 yang sempat berdansa di sebuah klub di Jakarta. Sedangkan kasus lain positif corona berasal dari imported case atau yang baru kembali dari perjalanan luar negeri.
Sementara itu, terkait WNI di Italia, Ahmad menyebut pemerintah belum berencana mengevakuasi mereka pulang ke Indonesia.
"Italia masih sanggup merawat WNI kita yang ada di sana dan masih bertanggung jawab untuk itu," ujar dia.
[Gambas:Video CNN]
Italia diketahui menjadi negara dengan korban corona tertinggi kedua di dunia di bawah China setelah terjadi lonjakan jumlah kematian akibat wabah itu pada Minggu (8/3).
Achmad menegaskan saat ini pemerintah belum berfokus pada penanganan WNI di Italia. "Kami tak terlalu mempermasalahkan itu," katanya.
Belasan wilayah itu diisolasi pemerintah Italia demi mencegah penyebaran corona yang terus memburuk. Sejauh ini situasi di Italia diklaim masih kondusif meski virus corona di negara Eropa itu telah mencapai 7.375 kasus dengan 366 kematian. (psp/wis)