"Karena hampir saya yakin semua institusi parpol merasakan betapa beratnya kondisi pelaksaan pemilu secara serentak itu," kata dia di DPP Partai Golkar, Selasa (9/3).
Pernyataan Paloh itu diungkapkan usai dirinya dan sejumlah elit Nasdem bertemu Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya, ia berharap agar MK bisa mengambil keputusan agar Pileg dan Pilpres bisa dilaksanakan seperti semula yang diselenggarakan secara terpisah.
Selain Golkar, Paloh mengatakan, partainya juga akan membicarakan masalah ini dengan partai-partai lain.
Nasdem dan Golkar diketahui bertemu siang ini. Kedua partai koalisi pemerintah itu, selain membahas pemilu serentak, juga membahas isu-isu lain di antaranya soal Omnibus Law dan suara ambang batas Parlemen.
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menyatakan juga mendukung usulan Nasdem soal kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen untuk diterapkan secara nasional.
"Ada usulan dari Pak Surya Paloh bahwa parlemen treshold 7 persen dan Partai Golkar melihat ini suatu yang bagus dan Partai Golkar akan mendukung konsep tersebut," kata Airlangga kepada wartawan usai pertemuan, Senin (9/3). (thr/age)