Gubernur yang akrab disapa Emil itu menyebut yang perlu dilakukan adalah peningkatan kewaspadaan di lingkungan pendidikan.
"Saya kira tidak ada urgensi untuk meliburkan sekolah. Nanti pemerintah akan mengkaji jika sudah mendesak atau emergency," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serta kegiatan sekolah lainnya ke depan ada yang perlu diarahkan," kata Emil.
Lebih lanjut, Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan juga sudah berencana melakukan prosedur kepada orang tua atau anak yang berpergian ke luar negeri.
"Diimbau tujuh hari melakukan karantina sendiri. Kalau tidak ada apa-apa bisa kembali lagi. Tapi kalau ternyata berlanjut, ada gejala untuk dilakukan prosedur berjenjang yang sudah kita lakukan," ujarnya.
ODP 580 orang. PDP 280 orang
Terpisah, Dinas Kesehatan Provinsi Jabar mencatat 280 warga masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona. Sementara itu 580 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).
"Data per Senin (9/3). Mereka tidak terkonsentrasi di satu daerah," kata Kepala Dinkes Jabar Berli Hamdani, Senin (9/3).
Berli menjelaskan, data tersebut merupakan akumulasi dari 27 kota/kabupaten yang melaporkan ke Dinkes Jabar.
[Gambas:Video CNN]
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Menurut Berli, tidak semua pasien dalam pengawasan mesti dirawat di rumah sakit. Sebagian mereka ada yang mengikuti rawat jalan.
"Yang dirawat di rumah sakit hanya beberapa orang, mungkin enggak sampai 30 orang," ucapnya.
Terkait pasien yang dinyatakan negatif corona, sejumlah rumah sakit memang sudah memulangkan pasien. Di Rumah Sakit Hasan Sadikin misalnya, sudah memulangkan enam dari 11 pasien yang pernah menjalani pengawasan di ruang isolasi infeksi khusus. (hyg/ain)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian