"20 orang selamat kini dalam perawatan, serta tujuh orang lainnya meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Hendra Rochmawan di Palangka Raya, Selasa (10/3) dikutip dari Antara.
Kecelakaan yang terjadi pada Senin (9/3) diketahui melibatkan dua kapal antara rombongan paspampres dengan perahu dinas kehutanan setempat. Perahu rombongan paspampres sendiri membawa 19 penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendra mengatakan korban tewas terakhir yang ditemukan bernama Mansyah (27 tahun). Jenazahnya ditemukan di sekitar Sungai Sebangau. Korban merupakan seorang karyawan Manggala Agni TNS.
Kemen LHK Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menginstruksikan seluruh kantor teknis UPT KLHK se-Indonesia untuk melakukan pengibaran bendera setengah tiang, sebagai tanda berkabung.
"Saya sampaikan duka mendalam. Mari kita doakan agar semua prosesnya berjalan lancar," kata Siti Nurbaya melalui laman akun media sosialnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengaku belum bisa memastikan kunjungan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti usai insiden speedboat paspampres tersebut.
[Gambas:Video CNN]
"Nanti kami akan berhubungan dengan pihak kerajaan dan juga Kementerian Luar Negeri," kata dia.
Hal senada juga diakui kepolisian. "Belum ada yang namanya pengulangan susunan acara atau 'schedule'," kata Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Hendra Rochmawan.
Seperti yang direncanakan sebelumnya, Raja dan Ratu Belanda akan berkunjung ke sejumlah tempat di Palangka Raya pada 11-13 Maret. Kunjungan dijadwalkan ke Taman Nasional Sebangau, Nyaru Menteng, Taman PKK Betang Temanggung Tilung, serta Stadion Tuah Pahoe.
(ain/ain)