"Kemudian yang [pasien] 27, tracing masih dilaksanakan terus, tapi kontak dekatnya, keluarga, dan sebagainya. Sudah kita pastikan beberapa kali, tapi tetap dilakukan. Dari awal saya bilang memang sulit melakukan tracing ini tapi tetap harus dilakukan," ujar Juru Bicara Pemerintah RI untuk kasus virus corona, Achmad Yurianto, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3).
Yuri mengatakan pasien tersebut dituliskan dalam kerangka kerja transmisi lokal dengan tanda tanya karena pihaknya belum bisa mengaitkan sang pasien terkait dengan klaster penularan corona yang mana. Dia kembali menegaskan pemerintah saat ini belum bisa mengungkapkan daerahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kasus Virus Corona di AS Tembus 1.000 |
Sejauh ini--sejak diungkap awal Maret lalu--sudah ada 27 pasien positif corona yang diidentifikasi di Indonesia. Sebanyak 13 kasus di antaranya merupakan pasien yang tertular saat berada di luar negeri (imported case). Kemarin, dalam jumpa pers pada Selasa petang, kasus 27 belum diketahui tertular dari klaster Jakarta atau sebagai imported case.
![]() |
"Kami menduga ini local transmission, yang sedang kami tracking sumbernya. Karena bukan imported case dan tidak jelas bagian klaster yang lain," kata Yuri kepada wartawan di Kompleksm Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3).
Wabah Virus Corona mulai menyebar dari Wuhan, China, akhir 2019. Perlahan, kasus ini menyebar ke berbagai negara lewat kontak karena perjalanan warga China atau pelancong.
Sementara, kata Yuri, tujuh pasien baru lainnya merupakan bagian dari subklaster Jakarta dan imported case. Rinciannya adalah kasus 20, perempuan 70 tahun yang menjadi subklaster Jakarta. Atas para pasien positif tersebut, Kemenkes pun masih melakukan pelacakan klaster risiko penularannya.
[Gambas:Video CNN]
(psp/kid)
