Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, arus lalu lintas kendaraan dari Surabaya menuju Sidoarjo maupun sebaliknya terhenti karena ribuan massa menumpuk di area Bundaran Waru. Kemacetan panjang pun terjadi.
Usai menutup arus lalu lintas di Bundaran Waru, massa Getol kemudian bergerak menuju frontage road atau jalan paralel di sisi barat Jalan Ahmad Yani, Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketum FSKEP KSPI, Sunandar mengatakan hari ini pihaknya memang sengaja melakukan aksi di perbatasan Surabaya-Sidoarjo, tepatnya di Bundaran Waru.
"Bundaran Waru strategis untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa Omnibus Law harus dilawan," kata Sunandar di lokasi aksi.
Ia mengatakan, aksi ini dilakukan agar masyarakat mengerti bahwa Omnibus Law RUU Ciptaker merupakan ancaman bagi para pekerja di Indonesia. Salah satunya adalah soal sistem pengupahan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, total 3.432 personel dikerahkan. Mereka berasal dari dua polres dengan back up Polda Jatim.
"Polres Sidoarjo 560 personel dan Polrestabes Surabaya 2.872 personel, back up Polda Jatim," ujar Truno dikonfirmasi. (frd/osc)