Anies belum memastikan pelaksanaan Formula E, usai ditunda.
Anies menjelaskan dirinya lebih memprioritaskan kesehatan masyarakat ketimbang mencari keuntungan ekonomi. Menurutnya, keselamatan warga Jakarta lebih penting ketimbang nilai ekonomi dari Formula E.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penundaan Formula E merupakan rentetan kebijakan Anies menyusul merabaknya virus Corona di Jakarta. Selain Formula E, Anies juga menghentikan setidaknya tiga acara konser yang berpotensi menimbulkan keramaian.
Selain itu, Anies juga menghentikan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) selama dua pekan. Setelah dua pekan, Anies akan mengkaji kembali kebijakan tersebut.
Untuk perhelatan Formula E, DKI sudah menggelontorkan dana sebesar Rp360 miliar untuk commitment fee dari APBD DKI. Anies memastikan dana tersebut tidak hilang mengingat kejadian Corona adalah termasuk kejadian luar biasa.
"Tidak ada yang hangus, kalau dari sisi biaya tidak ada yang hangus karena force majeur," tutup Anies.
Keputusan Anies menghentikan Formula E tertuang dalam sebuah surat yang ia kirim kepada kepada Organizing Committee (OC) Jakarta E- Prix, Rabu (11/3). Dalam surat Anies yang bertanggal Senin (9/3), dengan nomor 117/-1.857.73, itu ia menyampaikan keputusannya untuk menunda penyelenggaraan Formula E.
"Mencermati perkembangan COVID-19 di berbagai belahan dunia khususnya di Jakarta, maka penyelenggaraan Formula E yang semula dijadwalkan pada bulan Juni 2020 agar ditunda pelaksanaannya," kata Anies dalam suratnya, dikutip dari Antara, Selasa (11/3).