Menurut Anies, akan muncul 6 ribu kasus masyarakat terjangkit virus corona bila dalam dua minggu pemerintah masih belum melakukan langkah lebih serius dalam melakukan pencegahan. Namun, ia berharap hal tersebut tak terjadi.
"Kalau dua minggu ke depan kita tidak melakukan langkah-langkah yang serius, punya potensi bisa 6 ribu kasus, 840 parah, 300 kritis. Ini simulasi dengan menggunakan skenario terburuk," kata Anies dalam program Mata Najwa, Rabu (11/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, kata Anies, model tindakan kedua diterapkan Singapura, Vietnam, dan Selandia Baru yang melakukan pencegahan dan pengetesan terhadap masyarakatnya sejak awal. Menurutnya, ketiga negara ini mampu menekan penyebaran virus corona karena sudah mencegah dari awal.
"Apa yang terjadi jika dikendalikan. Di Selandia baru, baru 4 kasus, 8 ribu orang diisolasi. Langkahnya, tau lokasi di mana, berinteraksi dengan siapa aja, di mana saja, lalu dianjurkan suka rela melakukan isolasi," ujarnya.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Kemudian pasien dalam pengawasan pada 1 Maret sebanyak 47 orang dan meningkat mencapai 197 orang sampai kemarin. Orang dalam pemantauan 1 maret itu 136, dalam 11hari sudah menjadi 401, pasien dalam pengawasan 1 maret 47 per hari ini sudah 197.
Anies mengaku ingin melakukan langkah pencegahan dengan cepat. Ia mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab melindungi masyarakat agar tak terinfeksi virus yang menyebar dari Wuhan, China itu.
"Lebih baik melakukan langkah lebih, langkah yang ekstra meskipun konsekuensi finansialnya tinggi, konsekuensi ekonomi tinggi, tapi itu akan menyelamatkan warga dari potensi corona virus," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
(fra/sur)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian