"Pemerintah melanggar aturannya sendiri, UU Kesehatan, seharusnya pemerintah terbuka sejak awal, termasuk daerah mana, siapa yang terkena, agar warga yang lain terlindungi. Siapkan langkah preventif," kata Poyuono kepada CNNIndonesia.com.
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah pusat terkait pernyataan Poyuono ini. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi Juru Bicara penanganan Corona Achmad Yurianto dan Kemenkes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan gengsi," kata Poyuono.
Pasal 155 (1) juga menyatakan bahwa Pemerintah daerah secara berkala menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/atau menyebar dalam waktu yang singkat, serta menyebutkan daerah yang dapat menjadi sumber penularan.
"Jangan sampai penanganan virus corona tak terkontrol, dan Indonesia justru diisolasi oleh negara-negara lain," kata Poyuono "Urus yang di depan mata saja, jangan malah sibuk urus ekonomi, apalagi omnibus law."
[Gambas:Video CNN]
Sejumlah pemerintah daerah menyatakan tak tahu lengkap tentang informasi pasien positif Corona. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra yang mengaku baru mengetahui ada pasien di RS Sanglah yang dinyatakan positif Corona.
Pasien yang disebut pemerintah sebagai kasus 25 itu meninggal di RS Sanglah, Rabu (11/3) dini hari. Pemprov Bali mengaku baru diberitahu pasien meninggal positif corona setelah diumumkan oleh pemerintah pusat.
Namun, Juru Bicara pemerintah khusus virus corona Achmad Yurianto menegaskan seorang dokter tidak memiliki kewajiban untuk memberikan informasi tentang kondisi pasien corona kepada pemerintah daerah.
"Masalah dokter tidak komunikasi dengan Pemda ya memang dokter tidak punya kewajiban melapor ke Pemda. Jadi enggak ada masalah. Sudah ada SOP-nya seperti itu," kata Yurianto kepada wartawan di Kompleks Istana Presiden.
Yurianto mengatakan informasi seorang pasien dipegang oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP). "Semua pasien ada dokter penannggung jawab. Jadi begitu [hasil] laboratorium [menunjukkan] positif corona, dokternya langsung tahu," katanya.
Lihat juga:Pemerintah Pantau 12 PDP Virus Corona |