Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi pada awal Maret terhadap hasil riset dari tim Museum Volkenkunde atau Museum Nasional Etnologi di Leiden, Belanda, yang dilakukan sejak 2017 terhadap semua koleksi kerisnya.
Hasilnya, kata Hilmar, dari 300-an keris yang diverifikasi hanya keris yang diberikan Raja dan Ratu Belanda itu yang sesuai gambaran sumber-sumber primer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dibawa Cleerens dan diserahkan kepada Raja Belanda waktu itu benar adalah milik Pangeran Diponegoro dan diberi nama Kyai Nagasiluman," jelas Hilmar.
Hilmar lebih lanjut menyatakan bahwa pengembalian benda pusaka asli Indonesia itu murni atas inisiatif pemerintah Belanda. Inisiatif itu sebagai kelanjutan dari perjanjian yang dibuat antara Indonesia dan Belanda pada 1970 untuk memulangkan tiga objek lain pemerintah Belanda sebelumnya.
[Gambas:Video CNN]
Ia mengaku tak keberatan jika ada pihak yang meragukan keaslian keris tersebut dan justru menyarankan agar perdebatan soal itu bisa dibawa dalam meja diskusi.
Perdebatan itu, katanya, justru akan menjadi evaluasi pihaknya untuk menyusun rencana kerja-kerja kebudayaan di lembaganya.
"Soal ada yang meragukan silakan saja. Mau berdiskusi bagus sekali," ujarnya.
Saat ditanya soal pelibatan pihak yang meragukan, termasuk Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Fadli Zon, untuk memverifikasi keaslian keris tersebut, Hilmar enggan menjawab.
"Target utama tentu benda yang memiliki nilai simbolik bagi masyarakat kita di samping melengkapi apa yang kita belum punya," kata Hilmar.
Sebelumnya, Ketua Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Fadli Zon sempat meragukan keaslian keris yang diberikan Raja dan Ratu Belanda kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (10/3).
Fadli, yang merupakan kolektor keris, meyakini keris yang dikembalikan itu bukan Keris Kyai Nagasiluman milik Pangeran Diponegoro, melainkan Keris Nogo Rojo era Mataram Sultan Agung.
(arh/thr/arh)