"Ya memang harusnya ada kolaborasi dengan berbagai peneliti lain. Saya harap ada kolaborasi dalam menanggulangi kasus emerging. Kalau belum ada harusnya dikembangkan bersama lembaga lain," ujar dia, saat ditanya soal tes Covid-19, melalui sambungan telepon, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau di Eijkman bisa keluar dalam waktu sekitar 4 jam, tapi tentu kita tes berkali-kali menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction)," katanya.
Diketahui, sejauh ini Balitbangkes membutuhkan waktu 2-3 hari untuk mengetahui hasil dari spesimen cairan tenggorokan suspek corona.
Herawati juga menyampaikan pihaknya akan selalu siap sedia untuk membantu pemerintah jika dibutuhkan. Sejauh ini, baru ada pembicaraan singkat antara pihak pemerintah dan Eijkman untuk meneliti vaksin Virus Corona.
"Kita baru pertemuan pertama dengan pemerintah, belum bahas funding dan lainnya, kalau sudah ada kolaborasi, bisa langsung kami lakukan," ujarnya.
BSL level 2 ini, kata dia, di antaranya mengatur bahwa pekerja lab harus memiliki pelatihan khusus menangani agen patogenik dan akses ke lab dibatasi ketika pekerjaan tengah dilakukan.
Selain lab milik Kemenkes, ia menyebut laboratorium milik Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute dan beberapa perguruan tinggi memenuhi persyaratan itu.
(mel/arh)