Mereka ialah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, M Rum; Direktur Eksekusi Kejaksaan Agung Syaifuddin Tagamal; Kajati Kalimantan Tengah Mukri; dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Agus Salim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih ada 11 orang peserta dari instansi kepolisian dan kejaksaan. Dan tentu itu nantinya akan terus berlanjut rangkaian tes tersebut sehingga nanti harapannya ke depan akan dihasilkan," ujar Ali kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Kamis (12/3) malam.
Juru bicara berlatar belakang jaksa ini enggan menyampaikan nama petinggi kedua institusi yang sedang bertarung mendapat kursi Deputi Penindakan. Ia hanya menambahkan pihaknya juga melakukan seleksi terhadap posisi strategis lain seperti Deputi Informasi dan Data, Direktur Penyelidikan, serta Kepala Biro Hukum.
"Itu nanti di bulan April, mudah-mudahan nanti di bulan April sudah ada diperoleh minimal empat jabatan tadi," pungkasnya.
Sementara, pihak Polri sendiri belum mengonfirmasi nama-nama perwiranya yang mengikuti seleksi jabatan Deputi Penindakan ini.
Deputi Bidang Penindakan sendiri bertanggung jawab dalam penyelidikan dan penindakan kasus korupsi yang ditangani KPK. Firli Bahuri, Ketua KPK saat ini yang berlatar belakang Polri, diketahui merupakan salah satu mantan Deputi Penindakan.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango membenarkan pihaknya mulai melakukan seleksi administrasi untuk empat jabatan struktural yang kosong. Yakni, Deputi Penindakan, Deputi Informasi dan Data, Direktur Penyelidikan, dan Kepala Biro Hukum.
(ryn/arh)