"Sekarang akan mengimbau semua masjid melakukan hal yang sama. Satu, menggulung semua karpet-karpetnya karena ternyata itu salah satu sumber penyakit," ujar Fachrul di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (13/3).
Selain itu, dia mengimbau masjid rutin menyemprotkan disinfektan atau cairan antiseptik di area masjid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan dengan itu akan menjadi lebih baik, penularan penyakit menjadi lebih sedikit," ucap Fachrul.
Untuk salat Jumat sendiri, Fachrul menyebut masih akan digelar seperti biasa di Masjid Istiqlal. Durasi khotbahnya juga tak akan dikurangi. Nantinya, pihak masjid akan menyediakan alat pengukur suhu tubuh untuk mengecek suhu jemaah yang masuk ke masjid.
[Gambas:Video CNN]
"Nanti kami siapkan bisa melalui pintu-pintu masuk dites satu per satu. Mudah-mudahan jemaah lebih tenang melakukan ibadah," tuturnya.
Selain di masjid, Fachrul juga akan mengeluarkan imbauan serupa di tempat ibadah lain. "Nanti kami keluarkan imbauan untuk melakukan hal yang sama demi kemaslahatan umat. Semua jamaah," katanya.
Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan penggulungan karpet berkaca dari kasus penyebaran Corona yang menimpa jemaah di Malaysia dan Brunei Darussalam.
"Kami menggulung karpet karena kasus yang terakhir menimpa jemaah yang ikut pengajian akbar di Malaysia, Brunei, penularannya oleh karpet. Saudi Arabia pun melakukan hal yang sama," ujarnya.
"Kami lebih mendetail yang kecil-kecil seperti mikrofon kami sterilkan, uang receh kan ada uang China, dolar, penularan melalui uang juga kami sterilkan," ucapnya.
Diketahui, di Indonesia sendiri sejauh ini ada 34 pasien positif Corona. Lima di antaranya sudah dinyatakan sembuh, termasuk pasien pertama di Indonesia.
(psp/arh)