Pantauan CNNIndonesia.com, kemacetan sudah terjadi di Jalan Gatot Subroto, tepatnya mulai depan Crown Plaza hingga perempatan Kuningan. Kemacetan terjadi karena jalan Rasuna Said ditutup dari depan Kedutaan Besar Hungaria hingga depan Kedutaan Besar India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demo yang melibatkan massa dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 merupakan lanjutan dari aksi serupa pada Jumat (6/3) pekan lalu.
Berikut rekayasa lalu lintas dari Ditlantas Polda Metro:
A. Alternatif 1:
1. Arus lalu lintas dari Jalan Gatot Subroto yang akan menuju Jalan HR Rasuna Said diluruskan ke arah Jalan Gatot Subroto arah Pancoran atau belok ke kanan ke Jalan Mampang Prapatan
2. Arus lalu lintas dari Jalan Mampang Prapatan (di Underpass Mampang) yang akan menuju ke Jalan HR Rasuna Said dibelokan ke kiri ke Jalan Gatot Subroto arah Semanggi
3. Arus lalu lintas dari Jalan Gatot Subroto arah Semanggi yang akan menuju ke Jalan HR Rasuna Said diputarbalikan (di kolong Layang Kuningan) ke Jalan Gatot Subroto arah Pancoran
B. Alternatif 2:
4. Jalan HR Rasuna Said belok kiri ke Jalan Denpasar Selatan - belok kanan ke Jalan Denpasar Raya - belok kiri ke Jalan Besakih - belok kanan ke Jalan Mega Kuningan barat 1 - belok kanan ke Jalan Kalungkung - pengalihan arus keluar melalui Jalan Klungkung kembali ke Jalan HR Rasuna Said
Dalam poster yang beredar, alasan FPI, GNPF Ulama, dan PA 212 melanjutkan demonstrasi karena Dubes India dianggap mengabaikan aspirasi ulama dan umat Islam Indonesia terkait kekerasan terhadap umat muslim di negara tersebut.
FPI, GNPF Ulama, dan PA 212 mengutuk dan mengecam berbagai tindakan kekerasan serta persekusi yang dilakukan kelompok Hindu dan penguasa India terhadap umat Islam India.
Selain itu, mereka mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah politik terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan oleh kelompok Hindu di India.
(dis/wis)