"Setiap klaster baru, tim reaksi kita pasti langsung masuk," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3).
Pernyataan itu menjawab pertanyaan media tentang sekitar 600 WNI yang mengikuti tablig akbar pada 28 Februari-1 Maret di Masjid Sri Petaling, Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pelacakan tiap klaster ini, kata Jokowi, dibantu oleh Badan Intelijen Nasional (BIN), TNI, dan Polri. Tim itu pula yang membantu proses evakuasi WNI di luar negeri, proses observasi, termasuk melacak kontak yang pernah berhubungan dengan pasien positif corona.
"Dibantu intelijen BIN, Polri, TNI, setiap ada yang baru pasti langsung bergerak," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Belasan orang itu diketahui sempat menghadiri acara tablig akbar di Masjid Sri Petaling yang diikuti 10 ribu peserta dari berbagai negara, termasuk 696 WNI.
Mereka juga mengimbau WNI peserta tabligh akbar untuk melakukan karantina mandiri atau menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang-orang sekitar selama 14 hari sejak berpartisipasi dalam acara tersebut.
(psp/wis)