RSPI Sebut Daya Tahan Jadi Pembeda Waktu Sembuh Pasien Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2020 03:41 WIB
RSPI Sebut Daya Tahan Jadi Pembeda Waktu Sembuh Pasien Corona RSPI Sulianti Saroso menyatakan faktor daya tahan tubuh menjadi pembeda waktu kesembuhan pasien kasus 01 dan 02 corona. 
(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyatakan faktor daya tahan tubuh menjadi pembeda waktu kesembuhan pasien kasus 01 dan 02 corona. 


Diketahui, kedua pasien ini diumumkan positif corona sejak 2 Maret lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru, pasien kasus 01 corona sudah dinyatakan sembuh dan akan dipulangkan hari ini.

"Jadi penyakit ini kan walaupun sama penyakitnya, menyerang orang yang berbeda itu akan berbeda, tergantung daya tahan tubuh masing-masing, tergantung kebiasaan masing-masing orang," kata dia, Jumat (13/3).



"Sehingga ada yang cepat konversi ke negatif, mungkin ada yang butuh waktu untuk konversi ke negatif. Untuk itulah ini menjadi lahan ilmuwan untuk meneliti nanti ya, kenapa si A itu lebih lama, si B ini lebih cepat," lanjut dia.


Sementara itu, Ketua Pokja Penyakit Infeksi, New Emerging, & Reemerging (Pinere) RSPI Sulianti Saroso Pompini Agustina menjelaskan setiap pasien yang masuk isolasi, baik yang sudah terkonfirmasi positif corona, ataupun tidak, dilakukan tata laksana pengobatan sesuai dengan kondisi klinis masing-masing pasien.

Meskipun sudah dilakukan perawatan yang maksimal, kata Pompini, untuk mengatasi infeksi virus dan membantu proses penyembuhan, tetap diperlukan daya tahan tubuh yang ada pada masing-masing pasien.

"Untuk itu kenapa yang di kasus nomor 1 sudah sembuh kemudian kasus 02 sampai saat ini kita belum terima hasil, kembali lagi bagaimana respon tubuh terhadap infeksi virus tersebut," ucap dia. (yoa/age)