Anies mengatakan kebijakan penutupan dibuat setelah Pemprov DKI melakukan konsultasi dengan sejumlah pihak, kemarin. Dalam forum konsultasi itu DKI melibatkan Ikatan Dokter DKI Jakarta, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan perwakilan WHO.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya pencegahan dilakukan setelah jumlah pasien positif corona terus bertambah. Anies mengingatkan pada 1 Maret lalu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jakarta 129 orang, lalu melonjak jadi 586 orang pada 12 Maret.
Data Kementerian Kesehatan per Jumat kemarin, Anies menuturkan ada 69 orang positif corona di Indonesia.
"Di Jakarta penyebarannya mulai merata. Demi melindungi kepentingan seluruh masyarakat di Jakarta, kami memutuskan ambil langkah tegas dan cepat," ujar Anies.
"Ini semua dilakukan untuk menjaga keselamatan warga Jakarta," imbuh Anies.
"Mari ambil sikap bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, kepada seluruh komponen dengan cara melindungi diri dan masyarakat," kata Anies. (ctr/wis)