Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syukur mengatakan prinsip lembaga itu adalah independen dalam mengimplementasikan program di mana pun. Salah satunya, adalah terkait konflik Rohingya namun pihaknya tak terlibat dalam politik.
"Termasuk ketika kami melakukan implementasi di India. Prinsip kami adalah membantu kemanusiaan merupakan kewajiban," kata Syuhelmaidi dalam rilisnya, Sabtu (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paket bantuan itu berupa ratusan paket pangan, santunan ke keluarga korban di New Delhi, serta santunan bagi warga yang rumahnya hancur.
Syuhelmaidi menuturkan ACT senantiasa melaporkan semua implementasi program melalui berbagai medium, seperti media sosial dan publikasi di media massa.
Diketahui, bentrokan antara kelompok muslim dan hindu itu dipicu aksi protes terhadap Undang-Undang Kewarganegaraan. Kedua belah pihak saling serang menggunakan batu dan benda lain, serta merusak bangunan dan kendaraan.
Insiden ini menjadi kerusuhan paling parah dalam beberapa dekade terakhir. Ribuan polisi anti huru-hara dan paramiliter berpatroli di sekeliling kota. (asa)