Anies Belum Pastikan Jadwal UN Susulan SMK Jakarta

ctr, CNN Indonesia | Minggu, 15/03/2020 05:15 WIB
Anies mengklaim Pemprov DKI diberi kewenangan oleh Kemendikbud untuk menentukan waktu pelaksanaan ujian nasional. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diberikan kewenangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menentukan waktu pelaksanaannya ujian nasional tingkat SMK.

Sebelumnya Anies memutuskan menutup aktivitas belajar dan mengajar selama dua pekan dan menunda ujian nasional SMK, untuk mencegah penyebaran virus corona. Ujian nasional seharusnya digelar Senin (16/3) depan. Anies belum memastikan kapan Ujian Nasional SMK dilaksanakan.

"Kemendikbud memberikan kewenangan kepada Pemerintahan Daerah untuk menentukan waktu pelaksanaannya. Dan kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar, memang kewenangannya ada di (Pemerintah) Daerah. Apakah sekolah dimulai kapan, ditutup, dan lain-lain," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (14/3).


Anies juga belum menjelaskan secara detail terkait metode pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru dan murid. Ia menyatakan detail akan disampaikan langsung kepada siswa.

"Nanti akan disampaikan secara detail kepada siswa, orang tua bagaimana mereka bisa belajar di rumah. Ini bukan hal yang baru," jelas dia.

Menurut Anies sistem jarak jauh sudah pernah diterapkan beberapa kali di Indonesia. Salah satunya saat terjadi kebakaran hutan di beberapa wilayah di Indonesia dan diberlakukan sistem belajar di rumah.

"Di Indonesia beberapa kali melakukan kebijakan menutup sekolah dan belajar jarak jauh, terutama ketika beberapa wilayah di tanah air terkena musibah asap dari hutan yang terbakar. Di sana kemudian sekolah-sekolahnya ditutup, tapi kegiatan belajar mengajar dilakukan lewat rumah," tutup dia.

[Gambas:Video CNN]
Anies hari ini meliburkan seluruh sekolah di Jakarta selama dua pekan mendatang. Sementara sekolah informal diimbau juga untuk meliburkan diri untuk menghindari penyebaran virus Corona.

Bagi siswa SMK yang melaksanakan UN pekan depan, maka Anies memutuskan agar ditunda terlebih dahulu. Anies akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan soal UN.

Sampai hari ini sudah ada 69 orang yang dinyatakan positif Corona 19. Dari angka itu ada lima orang yang meninggal dunia dan delapan pasien dinyatakan sembuh. (wis)