Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda mengatakan penutupan ini harus dilakukan untuk menanggapi sebaran virus corona yang semakin masif. Hingga Sabtu sore (114/3), jumlah positif corona di Indonesia telah mencapai 96 kasus.
Lihat juga:Istana: Menhub Budi Karya Positif Corona |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 15 poin dalam protokol Covid-19 di sekolah-sekolah. Di antaranya penyediaan cairan cuci tangan, penyemprotan disinfektan di benda dan tempat tertentu, hingga pengurangan aktivitas sentuhan fisik. Sayangnya, masih jarang sekolah yang menerapkan protokol tersebut.
"Harusnya ada pengawasan yang intensif sehingga protokol tersebut bisa berjalan di lapangan. Kalau ada kendala dana terkait penyediaan disinfektan atau sarana lain pemerintah harus segera menanganinya. Sekali ini kondisi darurat sehingga harus ada antisipasi ekstra termasuk penyediaan anggarannya," kata Huda.
Lockdown Jakarta
Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera mengeluarkan keputusan untuk melakukan lockdown atau mengisolasi Provinsi DKI Jakarta untuk mencegah penyebaran virus corona.
"Saya mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk segera melakukan lockdown. Isolasi satu Jakarta. Dengan penyebaran yang sudah sampai di seluruh wilayah Jakarta ini," kata Sahroni.
"Pak Anies sendiri juga menyebut bahwa terbanyak kasus corona ada di Jakarta. Jadi tunggu apa lagi? Penyebaran virus ini tidak boleh dianggap remeh. Harus segera dilakukan lockdown," kata dia. (mjo/rzr/wis)