Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai melalui rapat pembahasan dan kajian menyikapi situasi terakhir terkait penyebaran virus Corona (Covid-19) yang eskalasinya menunjukkan peningkatan.
Ridwan mengatakan, melalui keputusan tersebut, potensi penyebaran Covid-19 di Jabar diharapkan dapat ditekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pusat Dukung Daerah Buka Peta Sebaran Corona |
"Dalam dua minggu ke depan ada kurikulum tentang Covid -19. Anak-anak tetap mengerjakan pekerjaan rumah tanpa jawab dengan gurunya, sehingga anak-anak jadi agen edukasi," ujarnya.
Emil juga mengapresiasi kepala daerah di Jabar yang telah lebih dulu mengambil keputusan terkait aktivitas belajar mengajar di rumah, seperti Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kota Bandung.
"Ini sudah koordinasi dengan bupati dan wali kota dan saya mengapresiasi bupati wali kota secara responsif kemarin. Jadi tidak berlaku untuk Bandung saya ini Gubernur Jawa Barat bukan lagi wali kota Bandung, maka kalimat saya itu berlaku untuk 27 kota kabupaten," katanya. (hyg)
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi telah menginstruksikan sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP agar meliburkan peserta didiknya.
"Sekolah di Kota Bekasi diimbau meliburkan peserta didik dan mengarahkan kegiatan belajar di rumah mulai 16-31 Maret 2020," tulis Rahmat dalam surat edaran resmi, Minggu (15/3).
Meski begitu, Rahmat mengatakan kepala sekolah dan tenaga pendidik tetap bertugas guna melakukan layanan administrasi dan melakukan pembersihan lingkungan sekolah.
Selain itu, Rahmat juga meminta tiap sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana untuk cuci tangan.
"Kepala satuan pendidikan memastikan ketersediaan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (ctps) dan tissue di berbagai lokasi strategis sekolah," kata Rahmat.