Anies mengatakan, tidak adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah bukan berarti para murid diliburkan.
"Orang tua menjaga mengarahkan anak untuk berkegiatan di rumah," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Minggu (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies menambahkan, para orang tua juga harus mengingatkan anak-anaknya bahwa kebijakan ini bukan berarti mereka libur sekolah dan bisa bebas keluar rumah. Menurutnya, dengan kebijakan ini anak juga harus tetap di dalam rumah.
Keputusan menutup sekolah selama dua pekan diambil setelah Pemprov DKI mengadakan pertemuan dengan IDI Jakarta, perhimpunan ahli epidemolog Indonesia, unsur dokter anak Indonesia, serta teleconference dengan pimpinan World Health Organization Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan data Pemprov DKI, terdapat 1,5 juta peserta didik di Jakarta dengan 124 ribu di antaranya siswa SMA dan SMK kelas 12.
Imbauan ini dikuatkan melalui Surat Edaran No. 27 Tahun 2020 tentang Pembelajaran di Rumah yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdian, Sabtu (14/3).
"Para Kepala Suku Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran di rumah dan tetap berada di rumah masing-masing," jelas surat edaran tersebut.
Sampai saat ini, jumlah pasien positif corona di Indonesia menjadi 117 orang. Angka tersebut muncul setelah pada Minggu (15/3), pemerintah mendapati 21 kasus baru.
Di Jakarta sendiri, sampai Minggu (15/3), ada sekitar 660 orang dalam pemantauan dan 289 pasien dalam pengawasan. (dmi/ain)