Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa mengatakan, petugas PMI dan polisi awalnya enggan mendekati WNA tersebut.
Menurutnya, hal itu disebabkan karena pertimbangan tertentu, sebab saat itu mereka tidak memakai alat pelindung diri. Terlebih petugas juga tidak mengetahui riwayat sakit WNA tersebut.
"Karena riwayat sakitnya tidak diketahui maka petugas tidak berani menangani karena tidak pakai APD. Sudah ditangani ambulans. Petugas RS Wangaya membawa ke RSUP Sanglah," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena pertimbangan situasi saat ini, evakuasi diputuskan dilakukan dengan penanganan khusus. Evakuasi kabarnya baru bisa dilakukan pukul 17.00 WITA.
Ambulans RS Wangaya datang dengan petugas yang memakai alat pelindung diri lengkap. WNA tersebut kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar. Informasi yang didapat, WNA tersebut dinyatakan telah meninggal dunia.