"1000 persen kita sudah sangat siap," kata Rektor Unair Mohammad Nasih, di Surabaya, Minggu (15/3).
Menurutnya, selain alat yang memadai terdapat ahli yang mendukung pemeriksaan. Ia mengklaim pemeriksaan spesimen terkait virus corona ini tak memakan waktu sampai berhari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Nasih menyatakan pihaknya juga bekerja sama dengan Kobe University, Jepang, untuk memasok reagen. Reagen sendiri merupakan pereaksi kimia yang dapat digunakan untuk memeriksa dan mendeteksi virus corona.
"Reagennya yaitu premier spesifik yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang suspect atau confirm virus corona," ujarnya
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
"Dua sampai tiga hari sudah bisa. Tapi, kalau lima jam sudah selesai langsung kami umumkan," kata Inge.
Inge mengatakan pihaknya telah memiliki stok reagen yang memadai. Menurutnya reagen tersebut bisa digunakan untuk menangani 2000 sampel pasien yang masuk dari sejumlah rumah sakit.
"Kalau menipis tentu kami akan pesan lagi. Prinsipnya kami sudah siap. Karena kalau reagen-nya ada penanganan jadi lebih mudah dan cepat tanpa harus dikirim ke Jakarta," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, pemerintah memutuskan pemeriksaan laboratorium terkait covid-19 tak lagi hanya dilakukan di Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Presiden Joko Widodo meminta Kemenkes melibatkan Unair dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan coronaAchmadYurianto mengatakan kedua lembaga tersebut sudah bisa melakukan pemeriksaan virus corona mulai hari ini. Selain itu, Yuri menyebut pemerintah sudah menerima 10 ribuPCR untuk mendeteksi virus corona.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian