"Menyatakan permohonan Praperadilan Pemohon I, Pemohon II, dan Pemohon III tidak dapat diterima," ujar Hakim Tunggal Hariyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/3).
Hakim mengungkapkan penetapan tersangka terhadap Nurhadi dkk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah sah dan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Hakim pun menuturkan sejumlah alasan mengeluarkan putusan tersebut yakni perkara yang sama sudah diuji dan diputus sebelumnya atau nebis in idem.
Lihat juga:KPK Kembali Panggil Dua Adik Ipar Nurhadi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurhadi mengajukan gugatan praperadilan bersama menantunya, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto, terkait penetapan status tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA.
Nurhadi-bersama Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 16 Desember 2019. Namun, hingga saat ini ketiganya masih buron.
[Gambas:Video CNN]
Nurhadi diduga menerima gratifikasi atas tiga perkara di pengadilan. Ia disebut menerima janji dalam bentuk 9 lembar cek dari PT MIT serta suap/ gratifikasi dengan total Rp46 miliar.
Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari perkara OTT dalam kasus pengaturan perkara di Mahkamah Agung pada 2016.