"Warga Depok, please jangan panik. Kami semua ini harus tetap bahagia, senang untuk menumbuhkan imun di dalam tubuh. Ini pesan untuk seluruh Indonesia," kata dia, di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta, Senin (16/3).
"Ketika kita panik, imun tubuh kita pasti turun. Jangan panik, kita ada Gusti Allah," dia menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk orang-orang di luar jangan menghakimi pasien Covid-19 dengan berbagai stigma. Kami jadi korban dua kali. Selama diisolasi selama seminggu saya nangis terus," keluhnya.
"Menyerang profesi kami sebagai penari, pegiat seni, pejuang budaya, yang selama ini keluarga kami berbuat apapun yang kami bisa untuk Indonesia dalam seni dan budaya," ia menuturkan.
[Gambas:Video CNN]
Padahal, kata pasien 01, infeksi virus itu tak ada hubungannya dengan profesi maupun ras dan agama.
"Semuanya harus ingat virus ini tidak memandang bulu, tidak memilih ras, agama, profesi apapun dan bisa menular ke siapapun," ucapnya.
Diketahui, pasien 01, 02, dan 03, yang merupakan pasien satu cluster. Mereka sudah dinyatakan sembuh dari Corona dan dipulangkan dari karantina.
Pasien 01 disebut tertular dari WN Jepang yang ikut kelas tari. Pada masa awal penetapan dua pasien itu, informasi pribadi mereka tersebar di media sosial. Netizen pun mengaitkannya dengan profesi pedansa.