Dalam aksinya nanti mereka akan melakukan kegiatan bersih-bersih dengan menyemprotkan disinfektan sebagai simbol bersih-bersih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Balkot lah itu sumber kerusuhan, keresahan dan kepanikan masyarakat atas tindakan Anies yang sepihak, tidak lakukan koordinasi dengan pemerintah pusat," jelas dia.
Boedi mengatakan tindakan Anies ini berhubungan dengan isu politik. Ia menduga bahwa ada isu terselubung untuk menjatuhkan pemerintah pusat dengan kasus Corona ini.
"Ini ada agenda politik dan konspirasi jahat yang tujuannya untuk melengserkan pak Jokowi apalagi ada usul untuk me-lockdown Indonesia. Ide lockdown dari Jusuf Kalla dan dari dia (Anies). Kalau Indonesia lockdown kan tidak mudah, kita negara kepulauan," tegas dia.
Belum ada tanggapan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang tudingan Boedi.
Diakui Boedi pihaknya turut khawatir dengan aksi ini mengingat penyebaran virus Corona. Namun menurut dia, masyarakat perlu tahu bahwa ada kelompok tertentu yang ingin menyebarkan kepanikan soal Corona.
[Gambas:Video CNN]
"Ada kelompok tertentu dan pemda tertentu dengan sengaja menciptakan kepanikan. Intinya, virus corona ini dijadikan komoditi kemudian menimbulkan spekulasi politik yang arahnya menurunkan kewibawaan pemerintah dan ujung-ujungnya melengserkan dan kami mau lawan itu," ungkap dia.
"Saya tidak punya harapan sama pak Anies, saya punya harapan masyarakat sadar bahwa dia punya pemimpin yang tidak amanah," tutup dia.
Di sisi lain, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo meminta agar semua pihak menghentikan perdebatan teori dalam menyelesaikan wabah virus corona di Indonesia. Justru solusi saat ini dalam penanganan virus corona adalah bersatu, bukan berdebat.
Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini, yang paling penting adalah membuat masyarakat paham apa ancaman yang sedang dihadapi.
"Hentikan semua perdebatan. Sekarang waktunya kita meyakinkan warga kita agar memahami apa yang sedang kita hadapi hari ini, dan bagaimana kira-kira langkah antisipasi ke depan. Bersatu padu, bergandengan tangan, saling menjaga satu sama lain, adalah solusi yang paling baik saat ini," kata dia dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Rabu (18/3).
(ctr/wis)