Di Kabupaten Bekasi, setidaknya 10 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan juga rumah sakit swasta yang ditunjuk menjadi rujukan bagi pasien dalam pengawasan (PDP).
"Iya betul. Jadi pasien tidak serta merta langsung datang, ada rujukan dari pelayanan primer," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi (PIKOKABSI), Alamsyah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga hari ini, kata dia, sudah terdapat sejumlah pasien yang mendapat perawatan di rumah sakit rujukan tersebut. Namun, Ia belum dapat merinci mengenai jumlah pasien ataupun rumah sakit yang merawat pasien-pasien tersebut.
"Saya lagi elaborasi angkanya di setiap rumah sakit," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu Pemerintah Kota Bekasi juga menyiapkan tiga rumah sakit yang dijadikan sebagai rujukan penanganan virus corona. Tiga rumah sakit itu, yakni RSUD Kota Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, dan Rumah Sakit Awal Bros Bekasi.
"Ini sebagai antisipasi kami kalau rumah sakit rujukan nasional penuh. Jadi kami juga menyediakan rumah sakit yang fasilitasnya dan ruangan isolasi untuk mengantisipasi banyaknya pasien tidak bisa di cover rumah sakit rujukan," kata Yudistira saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (18/3).
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, setidaknya terdapat 32 orang warga yang terindikasi terjangkit corona.
Dari total 32 orang tersebut, 28 orang telah melewati masa inkubasi dan diperbolehkan pulang karena telah dinyatakan sehat. Sementara empat orang lainnya masih dalam pengawasan. (mjo/osc)