Darurat Corona, Ma'ruf Amin Imbau Warga Tak Mudik Lebaran

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 10:31 WIB
Ma'ruf Amin mengimbau masyarakat tak mudik saat lebaran nanti untuk menghindari penyebaran virus corona di kampung halaman masing-masing. Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Setwapres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengimbau masyarakat tak mudik saat libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, 24-25 Mei 2020, di tengah penyebaran virus corona (Covid-19). Pemerintah telah menetapkan tanggap darurat virus corona sampai 29 Mei mendatang.

"Menurut saya saat ini menjaga diri itu lebih dianjurkan, silaturahmi (mudik lebaran) itu baik tapi menjaga diri jangan sampai berbuat sesuatu yang merugikan itu lebih baik," kata Ma'ruf dalam keterangan resmi yang diterbitkan Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (19/3).
Ma'ruf memahami bila ada masyarakat cemas tak bisa pulang ke kampung halaman masing-masing saat libur lebaran nanti. Jika terpaksa mudik, ia meminta masyarakat menjaga diri dari kemungkinan potensi penularan virus corona di kampung halaman.

"Kalau memang harus terpaksa mudik, pastikan bisa menjaga diri dari kemungkinan potensi penularan di sana," ujarnya.
Darurat Corona, Ma'ruf Amin Imbau Warga Tak Mudik LebaranFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Mantan Rais Aam PBNU itu menganjurkan masyarakat yang tak mudik ke kampung halaman bisa melakukan silaturahmi jarak jauh melalui sambungan telepon, video call maupun media sosial.


"Tidak hanya lewat teknologi, bisa lewat medsos dan WhatsApp, Instagram, jadi silaturahimnya jarak jauh aja, itu anjuran saya," kata Ma'ruf.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, Ma'ruf turut mengimbau masyarakat yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) virus corona tak melakukan ibadah secara berjamaah pada bulan Ramadan nanti. Hal itu bertujuan untuk meminimalisir penularan virus kepada jamaah lainnya.

"Bukan saja tak boleh menghadiri tempat berjamaah, tapi juga dilarang dan diharamkan sebab membahayakan," ujarnya.

Sejauh ini, telah ada 227 kasus positif corona di Indonesia. Paling banyak terjadi di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 19 orang meninggal dunia dan 11 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 (rzr/fra)