Kerabat pasien positif corona itu adalah perempuan, 49 tahun. Ia adalah satu dari empat orang yang menjalani masa karantina mandiri sejak Jumat (13/3) sambil menunggu hasil tes. Keempat orang itu tinggal satu rumah dan baru-baru ini hasil tes menyatakan perempuan tersebut ikut terinfeksi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Winarto juga sempat ditegur Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta lantaran Dinkes mendapat laporan perempuan tersebut belanja ke pasar. Ia juga pernah berjemur tanpa masker bersama beberapa tetangga.
"Tapi mungkin karena sama tetangga mau mengingatkan mungkin sungkan. Atau bisa juga sudah diingatkan tapi dia ngeyel," katanya.
Menurut Winarto saat ini dua rumah yang bersebelahan dengan kediaman pasien positif itu juga menjalani karantina mandiri.
Setelah kejadian perempuan 49 tersebut, Winarto meminta agar karantina diperluas menjadi satu kompleks berisi 17 rumah. Sebab, perempuan yang terlanjur berinteraksi dengan tetangga itu diketahui positif terjangkit Corona sebagaimana diumumkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo.
Saat ini perempuan 49 itu dirawat di RSUD dr Moewardi sejak Selasa (17/3) lalu.
[Gambas:Video CNN]
"Dia memang enggak merasa sakit. Tapi hari Selasa kemarin saya dapat informasi dari Kodim bahwa dia harus diambil. Kita hanya melihat dari luar gang. Yang masuk cuma petugas yang pakai baju 'astronot' itu," katanya.
"Dan itu tidak bisa kita sendiri. Yang punya wewenang seperti itu (karantina wilayah) Pemerintah Pusat," katanya. (syd/wis)