"Kan beliau baru pulang dari Turki dan Azerbaijan, terus kan harus lapor sebagai ODP kan, orang dalam pemantauan. Kemudian, kalau ada tanda-tanda flu, atau batuk, atau panas kan harus lakukan tes swab, dilakukan tes swab kemarin, kemudian hasilnya sudah keluar (positif corona)," kata Dedie kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/3).
"Ya bisa di pesawat, bisa di bandara, bisa di dua negara itu," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah diagendakan lama, mau nolak kan enggak enak. Selama belum ketauan ada apa, beliau berangkat merebak kan, lapor sebagai ODP, ternyata kena," tuturnya.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
"Kalau saya kebetulan belum ketemu sama beliau, dari semenjak berangkat sampai sekarang," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menyampaikan Bima Arya positif terinfeksi virus corona sepulang dari Turki dan Azerbaijan. Kepastian Bima positif ini diketahui setelah hasil tes Covid-19 yang dilakukan pada Selasa (17/3) lalu keluar Kamis (19/3) sore.
Retno menyebut Bima Arya sudah melapor ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui saluran telepon terkait dengan kondisi yang positif corona. Pelaksanaan tugas Bima Arya untuk sementara waktu dilaksanakan oleh Dedie. (fra/fra)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian