Hal itu didasarkan survei yang telah dilakukan stafnya di lokasi bekas penginapan atlet Asian Games 2019 itu, Kamis (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman DKI Jakarta Suharti, dalam rapat pembahasan kesiapan penanganan Covid-19 tertanggal 10 Maret 2020, mengusulkan penggunaan Wisma Atlet untuk ditempati orang dalam pemantauan (ODP) terkait Virus Corona.
Menteri Keuangan Sri Mulyani kemudian menyebut Wisma Atlet sebagai lokasi yang palingsiap digunakan untuk lokasi karantina wabah Corona.
Presiden Joko Widodo pun merestui penggunaan fasilitas yang berkapasitas ruangan 15 ribu itu.
Terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati menilai penggunaan Wisma Atlet sebagai lokasi karantina lebih realistis daripada membangun rumah sakit (RS) baru.
Dia menilai sebaiknya Wisma Atlet itu difokuskan untuk perawatan isolasi pasien Covid-19 saja, bukan untuk pasien yang sudah berat kondisinya.
Menurut Mufida, daya tampung RS yang ada saat ini semakin tidak mencukupi dan bercampur dengan pasien lain yang berpotensi memperbesar penularan.
"Seperti RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) sebagai RS Nasional rujukan dari semua penyakit, akan lebih baik jika tidak merawat pasien COVID-19," ujarnya.
(tst/arh)