Sejumlah kelurahan di Jakarta melaksanakan instruksi Anies dengan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat di tiap-tiap permukiman. Meski ada sejumlah kegiatan berkerumun yang dibatalkan dan ditunda, namun sebagian lain warga ibu kota membandel.
"Tiga sisanya di permukiman warga," kata Azhari lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka akhirnya mau pulang dengan sedikit paksaan," kata Azhari.
Lain cerita di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Lurah Bidara Cina, Dadang Yudi Hartono mengakui sosialisasi soal bahaya Covid-19 sudah gencar. Salah satunya sosialisasi kepada warga dengan berkeliling menggunakan toa (pengeras suara).
Namun demikian, kata Dadang, tak semua warga menaati imbauan. Warga masih senang berkerumun, membandel, misalnya dengan mengadakan acara Isra Mikraj.
"Kayak Isra Mikraj tadi dari semalem sampe Subuh ada 1 titik RW 7 Tanjung Lengkong di masjid," kata Dadang kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/3).
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
[Gambas:Video CNN]
Masa Bodoh
Sementara itu Ketua RW 17, Kelurahan Muara Baru, Jakarta Utara, Sudirman mengaku sudah menerima instruksi dari Lurah Muara Baru yang mengimbau agar warga bisa menghindari keramaian. Namun demikian, kata Sudirman, ia juga tak bisa memaksa jika ada warganya yang sudah menyebar undangan untuk menggelar resepsi pernikahan.
"Kalau ini (menunda resepsi pernikahan) enggak bisa soalnya undangannya dari jauh hari. Jadi enggak bisa. Kasian juga," kata dia, kemarin.
Sudirman juga melihat sejauh ini sebagian besar warganya tak khawatir soal penyebaran corona. Sebagian besar warganya, kata dia, ramai beraktivitas seperti biasanya.
"Enggak ada yang takut segala. Itu masih pada keliaran semua warga di sini," kata dia. (thr/ain)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen