"Minta tolong ke media agar diberi kesadaran masyarakat bahwa corona virus ini sangat berbahaya, serangannya itu sering tiba-tiba dan masif gitu," kata Mahfud melalui video teleconference dengan Media, Senin (23/3) malam.
Menurut Mahfud, anggota TNI dan Polri ini dilibatkan karena masih banyak masyarakat yang berani melakukan kegiatan, meski telah diimbau untuk tetap berdiam diri di rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut anggota TNI dan Polri dibantu oleh Satpol PP telah membubarkan kerumunan warga yang dianggap membahayakan. Kegiatan pembubaran ini kata Mahfud telah dilakukan sejak Minggu (22/3) malam.
"Penegakan hukum secara selektif itu sudah mulai diputuskan, dan aturannya nanti secara prosedural itu akan dikomando oleh BNPB," tuturnya.
"Yang lebih banyak membunuh manusia itu justru flu biasa bukan corona itu. Itu menurut penjelasan Menteri Kesehatan tadi," kata Mahfud di kantornya, 4 Maret.
[Gambas:Video CNN]
Sampai kemarin, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia secara kumulatif mencapai 579 orang. Dari jumlah itu, 49 orang meninggal dunia dan 30 pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali dilakukan tes. (tst/fra)