Komandan Lanud Silas Papare Sentani Marsekal Pertama Tri Bowo mengatakan, dari lubang yang terdapat di dinding pesawat diperkirakan peluru kaliber 5,56 mm. Kata dia, senjata api yang digunakan untuk menembak diduga jenis M-16.
"Untuk memastikan masih perlu dilakukan penyelidikan," kata Tri Bowo kepada Antara.
TNI, kata dia, juga akan menyelidiki kaitan penembakan tersebut dengan peristiwa jatuhnua Helikopter MI-17, Juni 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Kapendam XVII Cenderawasih Kol CPL Eko Daryanto mengaku, belum bisa memastikan apakah senjata api yang digunakan berasal dari reruntuhan helikopter MI 17 atau tidak.
"Masih butuh penyelidikan intensif untuk memastikannya," kata Kol CPL Eko.
Eko mengatakan, penembakan dilakukan saat pesawat sedang terbang di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang. Pesawat Casa CN A-2909 diduga ditembak saat hendak mendarat di bandara Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang.