"Ada yang bertanya kenapa kebijakan lockdown tidak dilakukan. Perlu saya sampaikan setiap negara punya karakter yang berbeda-beda, budaya yang berbeda-beda, kedisiplinan yang berbeda-beda, oleh sebab itu kita tidak memilih jalan itu," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait pandemi Covid-19 melalui siaran langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/3).
Jokowi mengklaim telah mengantongi analisis hasil lockdown dari beberapa negara. Diketahui, sejumlah negara telah melakukan lockdown terkait covid-19 di antaranya Denmark, Prancis, dan Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meyakini jika imbauan jaga jarak dilakukan maka persebaran Covid-19 dapat dicegah. Namun Jokowi mengingatkan, perlu disiplin yang kuat untuk menerapkan physical distancing.
Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan penambahan jumlah pasien positif Covid-19 menjadi 579 kasus. Jumlah ini bertambah 65 kasus dari sebelumnya yakni 514 kasus.
Sementara jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 juga bertambah dari 48 menjadi 49 orang. Sedangkan jumlah pasien sembuh dari 29 menjadi 30 orang.
Sejauh ini, negara yang telah menerapkan lockdown antara lain China, Iran, Italia, Denmark, Spanyol, Mongolia, Korea Utara. Malaysia dan Singapura juga telah menerapkan hal itu.