"Terakhir sampai dengan jam 11.00 WIB terdapat 102 orang pasien yang mendaftar mulai kemarin sore. Kemudian yang dirawat 71 orang," ujar Doni saat memberikan keterangan melalui siaran langsung akun Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Kepala Staf Kodam Jaya Brigjen M. Saleh Mustafa mengatakan, dari 71 pasien yang dirawat, 32 di antaranya adalah perempuan dan 39 sisanya laki-laki.
Saleh mengatakan RS Darurat Corona di Wisma Atlet ini memang dibatasi. Tidak semua orang dapat mendaftar untuk diperiksa terkait corona.
Menurut Saleh, sejak diumumkan sebagai RS Darurat Penanganan Corona, Wisma Atlet mulai didatangi masyarakat yang merasa sudah terinfeksi virus corona, termasuk golongan masyarakat yang masih sehat.
"Sehingga mungkin karena mereka merasa pernah berhubungan dengan yang terjangkit, ketakutan, hingga ingin periksa. Kepada mereka kita anjurkan kembali ke rumah dan isolasi mandiri," ujarnya.
Saleh mengatakan untuk tenaga medis, sampai saat ini ada 64 dokter yang terdiri dari 16 dokter spesialis dan 48 dokter umum yang menangani para pasien corona di Wisma Atlet. Selain itu ada 430 orang relawan yang terdiri dari TNI, Polri, hingga masyarakat sipil yang ikut membantu sebagai tenaga medis.
Ia menambahkan anggota TNI dan Polri juga disiagakan untuk membantu pengamanan di sekitar lingkungan Wisma Atlet. Terdapat 432 personel TNI dan 152 personel Polri yang bergantian mengamankan lokasi. (psp/dmi/wis)