Diketahui, pemerintah pusat telah resmi meniadakan ujian nasional 2020 untuk tingkat SD, SMP dan SMA sederajat berkenaan dengan pandemi virus corona.
"Dengan ditiadakannya UN 2020, maka alokasi anggarannya bisa dialihkan untuk membantu penanganan penyebaran Covid-19," ujar Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim lewat keterangan tertulis, Selasa (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, anggaran ujian nasional pada 2019 lalu sekitar Rp210 miliar. Anggaran untuk ujian nasional 2020 diperkirakan tak jauh dari nominal tersebut.
"Melalui program penyemprotan disinfektan secara berkala, pengadaan alat pengukur suhu badan dan sabun pencuci tangan," ucapnya melalui keterangan tertulis.
"Presiden Joko Widodo memutuskan meniadakan UN Tahun 2020 yang sebelumnya sudah ada kesepakatan UN dihapus mulai tahun 2021," kata Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman melalui keterangan tertulis, Selasa (24/3).
Kasus virus corona di Indonesia terus meningkat. Hingga Senin (23/3), ada 579 orang yang positif terinfeksi, 49 orang di antaranya meninggal dunia dan 30 orang sembuh.