Rapid test dilakukan sebagai langkah deteksi awal seseorang terinfeksi virus atau tidak. Rapid test dilakukan dengan metode pemeriksaan antibodi yang ada di dalam darah, sehingga spesimen yang diambil adalah darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh Jaksel, yang sudah kita dipetakan dan identifikasi, akan jadi prioritas kita. Pelaksanaan tes akan desentralisasi di semua fasilitas kesehatan wilayah itu, misal di puskesmas, laboratorium kesehatan daerah, rumah sakit yang ada di wilayah tersebut," ucap dia.
Ia mengatakan jika seseorang melaksanakan rapid test, dan hasilnya negatif, bukan berarti tidak terinfeksi virus corona.
"Bisa saja terinfeksi, tetapi pada tahap-tahap awal karena antibodinya belum terbentuk. Dibutuhkan waktu 6-7 hari untuk terbentuknya antibodi yang kemudian bisa kita identifikasi sebagai positif dalam pemeriksaan rapid ini," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Oleh karenanya, jika pemeriksaan pertama ditemukan hasil negatif, akan dilakukan pemeriksaan ulang setelah 10 hari. Jika pada pemeriksaan kedua seseorang yang diperiksa dinyatakan negatif lagi, maka bisa diyakini bahwa orang tersebut tidak terinfeksi virus.
Hingga Selasa (24/3), pemerintah pusat mengumumkan ada 686 orang positif terinfeksi virus corona di Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 55 orang meninggal dunia dan 30 orang dinyatakan sembuh. (yoa/wis)