Saat ini, kata Agustinus, pihaknya hanya memiliki delapan baju APD yang merupakan hasil pemberian dari Dinas Kesehatan.
"Baru delapan baju APD. Perhitungan untuk satu pasien selama (karantina) 14 hari butuh 126 baju APD," kata Agustinus kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menuturkan sampai saat ini pihaknya juga belum menangani pasien, baik yang berstatus PDP, suspect, ataupun yang sudah dinyatakan positif.
Namun karena keterbatasan APD, menurut Agustinus, pihaknya menyiapkan rencana untuk menangani pasien corona secara jarak jauh, atau tanpa kontak langsung dengan pasien.
"Kita tetap melakukan perawatan tapi ya enggak usah langsung masuk ke kamar kalau memang APD kita sudah habis," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Agustinus menuturkan proses pengawasan terhadap pasien mungkin bisa dilakukan dengan cara video call. Hal ini karena umumnya orang sudah memiliki ponsel pintar.
"Ya sudah vicallan aja antara dokter, perawat dengan pasien, obat sudah kita taruh semua di situ sejak pertama pasien masuk, kalau perlu diinfus juga di situ kemudian diberikan pelatihan-pelatihan secukupnya kalau ini begini begini," tuturnya.
Lebih lanjut Agustinus menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengajukan rencana kebutuhan kepada Polda Papua untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah daerah. Kebutuhan itu meliputi APD hingga alat ventilator.
Hingga Selasa (24/3) hari ini, pemerintah pusat melaporkan sudah ada 686 orang positif terinfeksi virus corona di Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 55 orang meninggal dunia dan 30 orang dinyatakan sembuh. (dis/osc)