"Tadi malam rapid test sudah diberikan ke seluruh puskesmas yang ada di DKI Jakarta, " kata Safrizal dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (25/3).
Rapid test itu, kata dia, akan diprioritaskan bagi warga yang masuk dalam daftar contact tracing atau mereka yang pernah melakukan kontak terdekat dengan pasien positif Covid-19-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya hari ini kita mulai lakukan rapid test, tapi masih terbatas, skala kecil. Prioritas adalah orang yang kontak langsung dengan pasien positif covid-19", kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Semarang Hevearita Gunaryanti, di lokasi, Rabu (25/3).
[Gambas:Video CNN]
Menurut dia, yang juga menjabat Wakil Wali Kota Semarang, tes ini akan dilanjutkan keesokan hari kepada yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pantauan (ODP).
"Untuk proses berikutnya kita lakukan esok hari. Mekanismenya PDP dan ODP. Besok pak Wali Kota akan memberikan penjelasan berikut memberikan perkembangan kasus covid-19 di Semarang", tambah Hevearita.
Sementara itu, proses pengubahan rumah dinas Wali Kota Semarang di Manyaran untuk tempat isolasi pasien positif corona terus dikebut. Rencananya, proses akan selesai lebih cepat dari yang ditargetkan yakni 30 Maret 2020.
Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyebut yang masuk prioritas untuk tes adalah orang yang sempat melakukan kontak dengan kasus positif, kemudian petugas kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19.
Jika alat tes cepat yang datang kembali sudah cukup banyak, ia meyebut tes akan dilakukan berbasis kewilayahan.
(fey/dmr/arh)