Pembagian Masker Gratis Bikin Lalu Lintas Macet di Ambon

CNN Indonesia | Rabu, 25/03/2020 19:05 WIB
Pembagian masker gratis di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Rabu (25/3), membuat lintas (lalin) di kota itu macet. Ilustrasi kelangkaan masker di tengah wabah virus corona. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembagian masker gratis di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Rabu (25/3), membuat  lintas (lalin) di kota itu macet.

Pengurus Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) Maluku membagikan masker secara gratis untuk warga sebagai upaya pencegahan tertular virus corona.


Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) Maluku Ely Toisuta mengatakan pembagian masker secara gratis untuk warga di kawasan jalan dokter Kayado, jalan AM Sangaji dan jalan Jenderal Sudirman.


Warga di jalan tersebut kata dia sempat berebutan. Situasi itu membuat arus lalulintas macet saat warga mengantre mengambil masker, sarung tangan dan hand sanitazer di tengah kelangkaan komoditas itu di Ambon.

Ilustrasi kelangkaan masker. (Ilustrasi kelangkaan masker. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

"Sekitar dua ribu masker gratis, ini bisa melindungi warga dari ancaman wabah virus corona (Covid-19),"ujar Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) Maluku Ely Toisuta, Rabu (25/3).

Toisuta mengatakan saat ini, warga Ambon dan Maluku umumnya membutuhkan masker untuk melindungi diri dari ancaman virus corona yang melanda Ambon.

Masker disebut Toisuta menjadi barang langka di Ambon sejak isu wabah corona mulai merebak masuk Indonesia.

Stok masker kata dia mulai menipis disejumlah pertokoan menyebabkan warga kesulitan mendapatkan fasilitas masker saat satu warga asal Bekasi, Jawa Barat pasien pertama di Maluku dinyatakan positif virus corona (Covid-19).

"Ini semata untuk melindungi warga dari ancaman virus yang mematikan tersebut,"kata Toisuta
Pembagian Masker Gratis Bikin Lalin Macet di Ambon
Ketua DPRD Kota Ambon ini mengimbau warga untuk tetap menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menghindari tempat keramaian, menjaga jarak berinteraksi, berdiam diri di rumah dan terus mengikuti protokol pemerintah.

Sementara itu, warga Ambon Berti (54) mengapresiasi tindakan pembagian masker secara gratis di tengah susahnya mendapatkan masker. Ia mengatakan sudah mencari di sejumlah toko penjualan masker namun kehabisan.

"Saat ini warga bergantung pada masker, jadi kalau masker menipis warga khawatir, syukur ada masker gratis, bisa jauhi dari segala wabah penyakit," kata Berti.

Hingga per Rabu (25/3) hari ini, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah sebanyak 62 orang, sementara Pasien Dalam Pengawasan sebanyak tiga orang dan satu warga pertama di Maluku dinyatakan positif corona (Covid-19). (sai/bac)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK