"Dari hasil simulasi Forkompimda DKI karena Jakarta paling banyak terpapar virus ini, skenario terburuk bisa mencapai 6000-8000 orang positif," kata Eko dalam konferensi pers di Gedung Graha BNPB yang disiarkan langsung, Kamis (26/3).
Eko mengatakan prediksi 8.000 pasien itu juga yang membuat pemerintah memutuskan untuk membuat Rumah Sakit Darurat Corona di Wisma Atlet. Sebab, kata Eko, tidak mungkin penanganan dan perawatan terhadap pasien corona hanya mengandalkan pada rumah sakit yang sudah ada saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di hari pertama ada pasien dari Surabaya, Semarang, tapi kami terima," ujarnya.
Kasus positif virus corona di Jakarta merupakan yang terbanyak dibanding wilayah lainnya. Data Pemprov DKI Jakarta menyatakan ada 472 kasus positif hingga Kamis (26/3). Sebanyak 27 orang di antaranya sembuh dan 43 orang meninggal dunia.
Juru bicara pemerintah khusus penanggulangan virus corona, Achmad Yurianto pernah mengatakan bahwa kasus corona di Jakarta tergolong banyak lantaran mobilitas penduduk yang tinggi. Banyak pula pintu masuk dari berbagai daerah menuju ibu kota.