Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Shofwan Karim, mengatakan pihaknya mengimbau warga Muhammadiyah di provinsi itu untuk salat Zuhur saja besok di rumah. Pekan lalu pihaknya belum mengeluarkan imbauan untuk warganya tidak salat Jumat.
"PP Muhammadiyah bilang, sudahlah, salat Zuhur sajalah. Jumat kemarin kami memberikan toleransi untuk salat Jumat karena belum ada kasus positif. Sekarang tidak bisa lagi karena sudah ada warga yang positif," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Imbauan baru hanya untuk tidak salat Jumat karena salat Jumat jemaahnya banyak, sedangkan jemaah salat lima waktu tidak sebanyak jemaah salat Jumat," ujarnya.
Plt. Ketua Harian Masjid Raya Sumbar, Saifullah, mengatakan bahwa pihaknya meniadakan salat Jumat besok di masjid terbesar di Sumbar itu. Pihaknya mengambil keputusan tersebut setelah berkoordinasi dengan pemimpin Majelis Ulama Indonesia wilayah Sumbar.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar sudah mengimbau warganya untuk tidak salat Jumat sejak pekan lalu meskipun ketika itu belum ada kasus positif Covid-19 di Sumbar.
Ketua PWNU Sumbar, Ganefri, mengatakan bahwa tidak adanya status positif Covid-19 di Sumbar tidak bisa dijadikan landasan untuk beraktivitas dalam keramaian karena lalu lintas orang keluar masuk Sumbar tetap berjalan.
"Salat berjemaah di masjid dalam kondisi saat ini tetap berisiko karena orang yang kelihatannya sehat bisa menjadi pembawa virus korona. Ini yang kita hindari," tutur Rektor Universitas Negeri Padang itu.