"Kami tidak berani menyebutkan berapa yang kami mampu, akan tetapi nawaitunya 100, bahkan ada satu perusahaan udah nyumbang 10 alat, kami tinggal bikin tunnel-nya saja," kata Luthfi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/3).
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas DKI Jakarta, Saat Suharto menjelaskan bilik tersebut dilengkapi dengan sistem pengembunan. Alat yang dipakai, kata dia, tergolong aman jika terhirup oleh manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bahan aktif yang kita embunkan adalah Benzalkonium chloride, di pasaran merknya bermacam-macam, dan yang kita gunakan alhamdulillah izin dari Kemenkes, sertifikat halal, dan foodgrade, jadi kalau pun terhirup insya Allah aman," tegas dia.
"Diletakkan di kantor Balaikota Jakarta, Halte Transjakarta Harmoni, Rumah Sakit Duren Sawit, dan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta," ujar Sabdo.
[Gambas:Video CNN]
Ia berharap semua pihak dapat berkolaborasi untuk menangani Covid-19. Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang terus memberikan bantuan kepada DKI untuk penanganan Corona.
"Kami sangat mengharapkan kebersamaan dalam rangka memberikan amal bakti kita kepada, secara khusus DKI Jakarta dan umumnya Indonesia," tutup dia.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar semua pihak bekerja sama untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah untuk menekan angka penyebaran Corona. Anies pun mengambil kebijakan mulai dari pembatasan jam operasional transportasi, penutupan tempat hiburan hingga meminta para pengusaha untuk mengurangi operasional perusahaan.
Kemudian, Anies juga memperpanjang libur siswa dan sekolah. Data pagi ini dilansir dari corona.jakarta.go.id sudah ada 515 kasus positif Corona di Ibu Kota. Dari angka itu, 324 pasien dirawat, 29 orang dinyatakan sembuh, 49 orang meninggal dan 113 orang menjalani isolasi mandiri. (ctr/ain)