Rapid test ini diprioritaskan kepada pasien dalam pengawasan (PDP) yang melakukan isolasi mandiri, orang dalam pemantauan (ODP), dan tenaga kesehatan yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat kontak dengan pasien positif.
"PDP yang isolasi mandiri, ODP dan tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif, yang tidak menggunakan APD lengkap," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksanaan rapid test sudah berjalan sejak kemarin, Kamis (26/3), di Puskesmas Limo. Kemudian mulai hari ini, rapid test dilaksanakan di puskesmas lainnya.
Idris mengatakan pelaksanaan rapid test di dua rumah sakit itu diprioritaskan bagi PDP dan tenaga kesehatan yang tak menggunakan APD lengkap saat menjalin kontak dengan pasien positif corona. Rapid test di rumah sakit sudah dilaksanakan sejak Rabu (25/3) lalu.
"Diperuntukkan bagi PDP dan tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif yang tidak menggunakan APD lengkap," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu terdapat 162 pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dalam perawatan. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Depok sebanyak 462 orang.
Sementara itu, data terbaru pasien positif corona di Indonesia secara kumulatif sebanyak 1046 orang. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dengan jumlah yang sembuh 46 orang. (thr/fra)