"Artinya banyak kasus-kasus di dalam populasi di masyarakat yang kemungkinan besar belum terdeteksi. Dan itu bisa menjadi sumber penularan kepada orang lain yang tidak sakit," kata Agus dalam diskusi bersama CNN Indonesia TV, Jum'at (27/3).
Agus meminta pemerintah dan pihak terkait lebih serius dalam mengupayakan agar penyebaran virus bisa berhenti atau minimal dapat turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga, dengan rapid molekuler test yang berbasis PCR yang dalam 2 jam bisa dilakukan dan itu bisa disebar di beberapa RS rujukan dan RS itu bisa melakukan tes. Sehingga, tidak perlu menunggu," ucap dia.
Yuri berujar, banyaknya kasus penularan terjadi setelah adanya kontak dekat antara yang membawa virus dengan orang baru. Hal tersebut, terang dia, memunculkan angka yang menjadi sakit.
Jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah signifikan. Pada Jum'at (27/3), angkanya mencapai 1046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dengan jumlah yang sembuh 46 orang.
"Ada penambahan kasus cukup signifikan ada 153 kasus baru yang kita dapatkan," ucap Yuri.
[Gambas:Video CNN]
(ryn/age)